Rabu, 11 Januari 2023

Selamat Tinggal 2022

Tahun 2022 telah terlewati 
Tahun yang banyak menyimpan kenangan dan pelajaran, terutama untuk saya pribadi.

Di tahun ini pula, kami kehilangan salah satu sosok pengayom di keluarga besar kami, uyut anak2 dan kakek saya, Mbah Sadjiman.

Lebaran 1444H tepatnya di bulan Mei 2022, kami masih bisa bercengkrama dengan beliau, dan ternyata beberapa bulan kemudian, Allah memanggilnya untuk kembali ke haribaan. 
Sosok yang di mata kami tak pernah terlihat sakit, sekalinya sakit sudah diminta untuk pulang. Kehilangan begitu terbersit di mata anak perempuan beliau satu-satunya, ibu saya.
Merasa tak percaya karena beliau sempat video call Mbah, sehari sebelum kepergiannya, dan bahkan di pagi hari masih mendapat kabar baik dari adiknya yang ada di Pacitan, ternyata hal itu tak berlangsung lama. Tepat setelah dhuhur, Allah telah memanggilnya pulang.

Serasa tak percaya dan bagai disambar petir, mendengar kepergian Mbah membuat saya tak bisa berpikir.
Ibu yang memang berlokasi di Solo, langsung bergegas ke Pacitan, agar jenazah segera dikebumikan.
Ingin rasanya ikut "ngoyakne" untuk bisa ikut serta dalam prosesi pemakaman, tapi karena satu dan lain hal akhirnya keluarga kecil kami baru bisa sampai di Pacitan di malam hari, dengan terus berderai air mata sepanjang perjalanan.
Dan sekarang masa-masa berkabung itu sudah terlewati, insyaaAllah Mbah sudah tenang disana.

Selain pengalaman kehilangan, di tahun ini pula saya mencoba mempelajari hal baru, yakni tentang Tulis Menulis dan Jurnaling. Mengambil sebuah kelas di Institut Ibu Profesional, memberi saya kesempatan mengenal diri lebih dalam. Tahapan demi tahapan di Kelas Bunda Cekatan #3 membawa saya berkenalan dengan sosok mba Una dengan Quran Jurnaling nya. Perasaan tertarik membuat saya mengikuti beberapa kelasnya, salah satunya yakni Gratitude Jurnal (Jurnal Syukur). Dan tema inilah yang saya gunakan sebagai Sharing Kelulusan kelas ini. Alhamdulillah walaupun masih sering bolong akhir-akhir ini, tapi Jurnal Syukur sedikit banyak membuat saya lebih bisa memaknai hidup. Saya yang selama ini merasa "tidak berguna" karena hanya di rumah saja, menjadi bisa memaknai manfaat saya memilih menjadi ibu rumah tangga. Alhamdulillah 'ala kulli hal. 
Dan akhirnya sekarang tibalah saatnya saya mengucapkan Selamat Tinggal 2022 dengan segala kenangan dan pelajaran darimu, semoga kami bisa menjadi pribadi yang lebih di masa-masa mendatang.

Tak Lagi Berlomba Menjadi Seperti Orang Lain

Hai, perkenalkan saya Diah Ellyana. Seorang ibu rumah tangga biasa yang mencoba berbagai aktivitas mulai dari berbisnis dari rum...