Haloo moms,
Banyak dari kita yang menjalani aktivitas sebagai ibu tanpa bekal dan ilmu, kalau kata orang Jawa "waton nglakoni"
Emang ada ya moms ibu yang kayak gini?
Ada, salah satunya saya duluuuu 😂
Setelah 2 tahun lebih nyemplung ke Ibu Profesional, mau tak mau saya jadi belajar tentang perkembangan anak, tentang keharmonisan keluarga, tentang potensi diri dll.
Salah satu yang saya dapat dalam ilmu perkembangan anak adalah tentang kemampuan motorik.
Apa sih kemampuan motorik itu?
Dikutip dari situs Alodokter, kemampuan motorik adalah kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuh, seperti kepala, bibir, lidah, tangan, kaki & jemari.
Kemampuan ini tak lantas terlihat langsung ketika bayi baru lahir, namun akan sedikit demi sedikit terlihat seiring dengan bertambahnya usia. Tentunya dengan adanya stimulus dari orang tua ya moms.
Kemampuan motorik pada anak dibedakan menjadi 2, yaitu motorik kasar dan motorik halus.
Motorik kasar melibatkan otot-otot besar pada anak seperti tungkai, lengan dan otot tubuh. Kemampuan motorik kasar menyebabkan anak bisa melakukan beragam aktivitasnya, seperti duduk, jongkok, berjalan dan berlari.
Sedangkan motorik halus melibatkan otot-otot kecil pada anak seperti yang terdapat pada jari tangannya. Dan kemampuan ini berhubungan dengan kemampuan anak yang berkaitan dengan jari tangannya seperti kemampuan menulis.
Kedua kemampuan motorik ini tidak bisa serta merta langsung ada ya moms, kita sebagai orang tua wajib memberikan stimulus, agar kemampuan motoriknya bisa berkembang sesuai usia.
Belajar dari pengalaman si sulung, Tsaqiif yang mengalami keterlambatan menulis karena kurangnya kemampuan motorik halus, sekarang saya tidak ingin si adek, Tsawab mengulang hal yang serupa.
Apa saja sih yang bisa kita lakukan untuk menstimulus kemampuan motorik anak?
Yuk kita cek satu-satu ya moms 😉
1. Menyusun balok
Kegiatan menyusun balok bisa menstimulus kemampuan motorik pada anak dengan menggenggam, karena gerakan menggenggam akan melatih gerakan otot pada jari tangannya. Selain itu kegiatan ini juga merangsang kemampuan koordinasi gerakan pada tubuh anak kita.
2. Melukis atau Menggambar
3. Menggunting
4. Bermain Plastisin/Adonan
Bermain plastisin akan membantu perkembangan motorik halus anak. Karena dalam permainan ini anak akan menekan, mencubit dan menyentuh sehingga otot otot halus yang ada di jari sang anak akan mendapat rangsangan dari bahan yang dimainkannya.
5. Bermain menjepit pompom
Permainan ini juga bisa menstimulus kemampuan motorik halus pada anak lho moms. Anak akan menggunakan otot jari tangannya untuk menggerakkan penjepit. Anak juga bisa belajar tekstur dengan menyentuh mainan pompomnya. Selain melatih kemampuan motorik halus, permain menjepit ini juga bisa melatih konsentrasi dan fokus pada anak.
Itu tadi adalah beberapa contoh permainan mudah dan murah yang bisa digunakan untuk menstimulus kemampuan motorik pada anak ya moms.
Kalau ada yang mau menambahkan boleh tuliskan pada kolom komentar yaa.
Karena disini, saya juga masih belajar mengenal lebih dekat kedua buah hati kami.
😊
Surakarta, 24 Sept 2021M / 16 Safar 1443H





