Akhir bulan Januari 2023 ini masyaaAllah.
Dari mulai banyaknya kegiatan di Ibu Profesional. Lebih tepatnya bukan banyak kegiatan tapi konsekuensi dari semua peran yang saya ambil di Ibu Profesional, yakni sebagai tim media komunikasi KLIP, PJ Rumbel Public Speaking Kampung Komunitas Solo Raya, Manager Program Sejuta Cinta Solo Raya dan yang terlawas dan tak juga kelar-kelar yakni adalah konsekuensi sebagai Kepala Cabang KIPMA Solo Raya.
Yang terakhir adalah yang terberat dan membuat semua energi dan tenaga tercurah disana, namun tetap saja mengalami kebuntuan.
Perkara orderan PO produk Wardah membuat neraca keuangan tak kunjung beres, dan diakhiri dengan laptop yang tak bisa terkoneksi dengan WIFI, membuat saya mager untuk membukanya lagi, akhir kata, sampailah berganti bulan pekerjaan itu tak juga selesai.
Semoga saya bisa menemukan kembali semangat dan kekuatan untuk menyelesaikannya sebelum konsekuensi peran-peran lain susul menyusul datang menghampiri.
Di samping itu juga ada konsekuensi dari peran sebagai Ketua PCNA Kota Bengawan. Bahagia memang saya bisa ikut "nguripke" dakwah persyarikatan di Kecamatan Pasar Kliwon. Dan bersyukur sekali masih bisa "kanggo" di organisasi ini. Di samping kebahagiaan dan rasa syukur itu, juga dibarengi dengan konsekuensi naiknya intensitas undangan kegiatan. Mulai dari pelatihan MDMC, undangan Kajian PDNA, Rapat PCA, Pleno PCA, Pengajian PCM. Dan belum lagi kegiatan-kegiatan PCNA yang memang harus saya gawangi bersama tim, seperti Kajian Rutin HPT di Sabtu ke 2, juga acara Karunia yang rutin kita agendakan setiap Pekan ke 4 tiap bulannya. Seperti bulan ini yang kami agendakan pelaksanaannya di tanggal 26 Bulan Februari dan sudah menghubungi beberapa pihak terkait seperti Pendopo kecamatan Pasar Kliwon sebagai tempat acara dan narasumber yang adalah seorang dokter spesialis anak di Kota Surakarta, karena adanya perubahan target peserta dari yang awalnya ibu-ibu anggota Aisyiyah menjadi Wali Murid TK Aisyiyah se-Cabang Kota Bengawan, diputuskanlah pergantian hari pelaksanaan menjadi Sabtu, 25 Februari 2023.
Sedih, marah, kecewa, pasrah semua bercampur menjadi satu.
Satu persatu saya hubungi kembali para pihak yang telah bekerjasama, dan benar salah satu narasumber berhalangan hadir di tanggal tersebut, alhasil kami harus mulai mencari narasumber lain.
Di saat beberapa hiruk pikuk ini, ada kabar mengejutkan dari suami, dimana terjadi penurunan debit pada aliran kran pemasukan keluarga kami, tak bisa berkata-kata saya hanya bisa menenangkannya dengan tetap memintanya mensyukuri keadaan. Walaupun hati juga gundah gulana, memikirkan semua alokasi pengeluaran yang setiap bulan harus kami keluarkan.
Mungkin Allah ingin menyiapkan sesuatu yang spesial untuk saya dan kami hari ini.
Hari ini kami belajar untuk tetap bersyukur bagaimanapun keadaannya.
Hari ini kami belajar untuk tetap bisa survive apapun keadaannya.
Toh Allah sudah jelaskan dalam Al Qur'an, tugas kami hanyalah berusaha dan meminta kepadaNya, perkara yang lain Dialah yang akan menyelesaikan.
Dan entah kebetulan atau tidak, hari ini juga adalah pertama kalinya saya mendapat undangan dalam Rapat Pimpinan Cabang Aisyiyah Kota Bengawan, isian iftitah yang saya dapatkan hari ini yakni tentang "Menjadi Pribadi yang Tangguh"
Mungkin setiap orang akan punya definisi tersendiri tentang tangguh ini.
Tapi bagi keluarga kami, TANGGUH berarti panTANG menGelUH.
1 tagline keluarga yang sempat saya lontarkan ke suami selepas mengikuti sebuah Pertemuan A Home Team akhir tahun lalu. Dan benar, hari ini tagline keluarga kami tersebut langsung diuji. Tak hanya satu namun dengan beberapa kejadian bahkan di hari yang sama.
Saya hanya bisa berucap, Hasbunallah Wa Nikmal Wakiill.
Cukuplah Allah sebaik baik penolong bagi kami.
Innama Al usri Yusro, fa innama Al usri Yusro.
Sesungguhnya di balik kesulitan ada kemudahan.
Semoga Allah mampukan dan kuatkan kami agar bisa melalui ini semua dengan baik dan sempurna.