Selasa, 31 Januari 2023

Tangguh, panTANG menGelUH

Akhir bulan Januari 2023 ini masyaaAllah.
Dari mulai banyaknya kegiatan di Ibu Profesional. Lebih tepatnya bukan banyak kegiatan tapi konsekuensi dari semua peran yang saya ambil di Ibu Profesional, yakni sebagai tim media komunikasi KLIP, PJ Rumbel Public Speaking Kampung Komunitas Solo Raya, Manager Program Sejuta Cinta Solo Raya dan yang terlawas dan tak juga kelar-kelar yakni adalah konsekuensi sebagai Kepala Cabang KIPMA Solo Raya. 

Yang terakhir adalah yang terberat dan membuat semua energi dan tenaga tercurah disana, namun tetap saja mengalami kebuntuan. 
Perkara orderan PO produk Wardah membuat neraca keuangan tak kunjung beres, dan diakhiri dengan laptop yang tak bisa terkoneksi dengan WIFI, membuat saya mager untuk membukanya lagi, akhir kata, sampailah berganti bulan pekerjaan itu tak juga selesai. 
Semoga saya bisa menemukan kembali semangat dan kekuatan untuk menyelesaikannya sebelum konsekuensi peran-peran lain susul menyusul datang menghampiri.

Di samping itu juga ada konsekuensi dari peran sebagai Ketua PCNA Kota Bengawan. Bahagia memang saya bisa ikut "nguripke" dakwah persyarikatan di Kecamatan Pasar Kliwon. Dan bersyukur sekali masih bisa "kanggo" di organisasi ini. Di samping kebahagiaan dan rasa syukur itu, juga dibarengi dengan konsekuensi naiknya intensitas undangan kegiatan. Mulai dari pelatihan MDMC, undangan Kajian PDNA, Rapat PCA, Pleno PCA, Pengajian PCM. Dan belum lagi kegiatan-kegiatan PCNA yang memang harus saya gawangi bersama tim, seperti Kajian Rutin HPT di Sabtu ke 2, juga acara Karunia yang rutin kita agendakan setiap Pekan ke 4 tiap bulannya. Seperti bulan ini yang kami agendakan pelaksanaannya di tanggal 26 Bulan Februari dan sudah menghubungi beberapa pihak terkait seperti Pendopo kecamatan Pasar Kliwon sebagai tempat acara dan narasumber yang adalah seorang dokter spesialis anak di Kota Surakarta, karena adanya perubahan target peserta dari yang awalnya ibu-ibu anggota Aisyiyah menjadi Wali Murid TK Aisyiyah se-Cabang Kota Bengawan, diputuskanlah pergantian hari pelaksanaan menjadi Sabtu, 25 Februari 2023.
Sedih, marah, kecewa, pasrah semua bercampur menjadi satu. 
Satu persatu saya hubungi kembali para pihak yang telah bekerjasama, dan benar salah satu narasumber berhalangan hadir di tanggal tersebut, alhasil kami harus mulai mencari narasumber lain.

Di saat beberapa hiruk pikuk ini, ada kabar mengejutkan dari suami, dimana terjadi penurunan debit pada aliran kran pemasukan keluarga kami, tak bisa berkata-kata saya hanya bisa menenangkannya dengan tetap memintanya mensyukuri keadaan. Walaupun hati juga gundah gulana, memikirkan semua alokasi pengeluaran yang setiap bulan harus kami keluarkan.

Mungkin Allah ingin menyiapkan sesuatu yang spesial untuk saya dan kami hari ini. 
Hari ini kami belajar untuk tetap bersyukur bagaimanapun keadaannya. 
Hari ini kami belajar untuk tetap bisa survive apapun keadaannya. 
Toh Allah sudah jelaskan dalam Al Qur'an, tugas kami hanyalah berusaha dan meminta kepadaNya, perkara yang lain Dialah yang akan menyelesaikan.

Dan entah kebetulan atau tidak, hari ini juga adalah pertama kalinya saya mendapat undangan dalam Rapat Pimpinan Cabang Aisyiyah Kota Bengawan, isian iftitah yang saya dapatkan hari ini yakni tentang "Menjadi Pribadi yang Tangguh" 

Mungkin setiap orang akan punya definisi tersendiri tentang tangguh ini. 
Tapi bagi keluarga kami, TANGGUH berarti panTANG menGelUH. 
1 tagline keluarga yang sempat saya lontarkan ke suami selepas mengikuti sebuah Pertemuan  A Home Team akhir tahun lalu. Dan benar, hari ini tagline keluarga kami tersebut langsung diuji. Tak hanya satu namun dengan beberapa kejadian bahkan di hari yang sama.

Saya hanya bisa berucap, Hasbunallah Wa Nikmal Wakiill.
Cukuplah Allah sebaik baik penolong bagi kami. 
Innama Al usri Yusro, fa innama Al usri Yusro.
Sesungguhnya di balik kesulitan ada kemudahan.
Semoga Allah mampukan dan kuatkan kami agar bisa melalui ini semua dengan baik dan sempurna.

Minggu, 29 Januari 2023

Kejuaraan Pertama Tahun Ini adalah Pertandingan Keduanya

Kejuaraan kali ini memang tak mudah.
Walaupun ini adalah kali kedua kakak Tsaqiif menjadi peserta turnamen Karate, namun ada beberapa variabel yang membuat turnamen kali ini memberi tekanan lebih besar.

Dulu saat turnamen pertamanya, di bulan Desember 2022, Kakak Tsaqiif bisa melalui dengan baik karena diadakan di waktu jeda semester, jadi tidak ada tugas, ekstrakulikuler maupun kegiatan sekolah lain. Apalagi turnamen pertamanya dilakukan bertepatan setelah PAS (ujian semester) sekolah, sehingga tak begitu banyak energi yang digunakan untuk membagi waktu antara latihan, sekolah dan jam mainnya.

Namun kali ini, turnamen dilakukan di bulan Januari, di saat sekolah beserta seluruh keriwehannya sudah mulai berjalan normal. Dia harus membagi waktu antara belajar, ekstrakulikuler, latihan, dan jam istirahatnya.

Kadang tak tega rasanya melihat anak usia 9 tahun harus berangkat pagi, lanjut ekstrakurikuler Rebana dan dilanjut lagi dengan latihan karate. 
Dalam sehari dia harus beraktivitas selama 11 jam. 
Tapi itulah yang memang harus dia lalui.
Karena mengikuti turnamen ini adalah pilihannya, dan dia pun memilih bermain di dua kelas, yakni di kelas Kata (Seni) dan Kumite (Tanding).
Pilihan yang memang membawa konsekuensi lebih pula, dia harus berlatih ekstra, dan belajar ekstra untuk bisa membagi waktu antara tugas dan latihannya.

Tsaqiif tetaplah Tsaqiif, di sela-sela kegiatannya, masih saja meminta untuk bermain Games kesayangannya, tentunya dengan beberapa prasyarat yang memang kami sepakati di awal.

Selain beberapa hal yang masih saja sama, Ada 1 hal yang mulai berubah dari dirinya.
Tsaqiif yang dulu tak pernah bercerita, sekarang mulai bisa menceritakan kejadian yang dialaminya saat latihan/di sekolah, bukan kepada saya memang, tapi setidaknya kami juga bisa memantau perkembangannya.

Dan Tsaqiif yang dulu penakut dan harmoni, sekarang mulai bisa berkompetisi. Melawan rasa takutnya memang tak mudah, tapi kami apresiasi itu. Kami bersyukur Tsaqiif ada di titik ini. Bukan piagam/medali harapan kami, tapi sosok Tsaqiif yang lebih berani dan mau berjuang, itulah sesungguhnya yang kami cari.

Jumat, 27 Januari 2023

Pendaftaran Kelas Bunda Produktif #3 Institut Ibu Profesional

Malam ini dibuka pendaftaran kelas Bunda Produktif #3 Institut Ibu Profesional.
Bergegas saya membuka link pendaftaran untuk melakukan pengisian, namun ada beberapa kelengkapan data yang saya lupa, seperti fokus peta belajar, materi Mentorship sebagai mentee maupun mentor. Karena waktu tahap Kupu Kupu saya tidak mendaftarkan diri sebagai mentor, jadi saya hanya mempunyai data Mentorship sebagai mentee. 

Sembari membuka buka dokumen lama, saya menemukan sebuah harta Karun. Yakni berupa tulisan yang saya tulis untuk diri saya sendiri. Yang waktu itu merasa ditikung, karena orang yang sudah saya minta untuk menjadi buddy ternyata menyetujui tawaran orang lain untuk menjadi buddy nya. Syok, kaget, merasa patah semangat, jelassss. Namun justru itulah saat yang tepat untuk cosplay menjadi seorang yang soooo wise dengan memberikan kata-kata penyemangat untuk diri saya sendiri. 

Beginilah kata-kata tersebut :
"Hai Diah, jangan pernah berhenti untuk belajar, mencapai apa yang kamu impikan dan menjadi versi terbaik dari dirimu. Jika kamu lelah, menepilah, kumpulkan kembali energi untuk bisa melanjutkan perjalanan kembali. Dan selalu ingat, semua yang terjadi adalah sesuai kehendakNya. Tak ada yang bisa merubah atau menolak. Tetap pegang Qur'an sebagai pedoman hidup, baik di kala sedih maupun senang. Selamat melanjutkan kembali perjalanan di tahap kepompong, dan jadilah kupu-kupu unik Diah Ellyana" 


MasyaaAllah membaca kalimat ini berasa tenang hati saya. 
Seperti mendapat kembali energi yang selama beberapa hari terakhir ini pergi.
Seperti mendapat suntikan baru yang bisa saya gunakan untuk menggapai mimpi.

Membaca tulisan yang saya buat sendiri,untuk diri saya sendiri sungguh mengagumkan. Saya menjadi sadar ternyata selama ini saya sudah menjadi sosok kuat dan mencintai diri sendiri. Bukan lagi sosok Diah yang "berpura-pura" kuat dan sering menyiksa diri.

Bismillah dengan bantuan seorang teman saya melalui malam ini dengan beberapa chat diskusi, tentang penentuan topik yang akan saya pelajari di Kelas Bunda Produktif nanti.
Dan sesuai dengan arahannya mengenai passion dan goal, akhirnya sampailah kepada sebuah keputusan, untuk mengambil topik BISNIS dan MARKETING di Kelas Bunda Produktif ini.

Semoga Allah ridho dan ini menjadi jalan menuju goal kami taun ini yakni BERDAYA.
Memberdayakan kembali usaha-usaha kami yang selama ini telah terbengkalai dan tak pernah terurus. Dan agar semua usaha kami bisa menjadi kendaraan kami menuju keridhoan Nya, menjadi kram rejeki untuk banyak pihak, serta bisa ikut serta mendakwahkan agama Rasulullah Muhammad SAW.

Sukoharjo, 27 Januari 2023

Rabu, 11 Januari 2023

Selamat Tinggal 2022

Tahun 2022 telah terlewati 
Tahun yang banyak menyimpan kenangan dan pelajaran, terutama untuk saya pribadi.

Di tahun ini pula, kami kehilangan salah satu sosok pengayom di keluarga besar kami, uyut anak2 dan kakek saya, Mbah Sadjiman.

Lebaran 1444H tepatnya di bulan Mei 2022, kami masih bisa bercengkrama dengan beliau, dan ternyata beberapa bulan kemudian, Allah memanggilnya untuk kembali ke haribaan. 
Sosok yang di mata kami tak pernah terlihat sakit, sekalinya sakit sudah diminta untuk pulang. Kehilangan begitu terbersit di mata anak perempuan beliau satu-satunya, ibu saya.
Merasa tak percaya karena beliau sempat video call Mbah, sehari sebelum kepergiannya, dan bahkan di pagi hari masih mendapat kabar baik dari adiknya yang ada di Pacitan, ternyata hal itu tak berlangsung lama. Tepat setelah dhuhur, Allah telah memanggilnya pulang.

Serasa tak percaya dan bagai disambar petir, mendengar kepergian Mbah membuat saya tak bisa berpikir.
Ibu yang memang berlokasi di Solo, langsung bergegas ke Pacitan, agar jenazah segera dikebumikan.
Ingin rasanya ikut "ngoyakne" untuk bisa ikut serta dalam prosesi pemakaman, tapi karena satu dan lain hal akhirnya keluarga kecil kami baru bisa sampai di Pacitan di malam hari, dengan terus berderai air mata sepanjang perjalanan.
Dan sekarang masa-masa berkabung itu sudah terlewati, insyaaAllah Mbah sudah tenang disana.

Selain pengalaman kehilangan, di tahun ini pula saya mencoba mempelajari hal baru, yakni tentang Tulis Menulis dan Jurnaling. Mengambil sebuah kelas di Institut Ibu Profesional, memberi saya kesempatan mengenal diri lebih dalam. Tahapan demi tahapan di Kelas Bunda Cekatan #3 membawa saya berkenalan dengan sosok mba Una dengan Quran Jurnaling nya. Perasaan tertarik membuat saya mengikuti beberapa kelasnya, salah satunya yakni Gratitude Jurnal (Jurnal Syukur). Dan tema inilah yang saya gunakan sebagai Sharing Kelulusan kelas ini. Alhamdulillah walaupun masih sering bolong akhir-akhir ini, tapi Jurnal Syukur sedikit banyak membuat saya lebih bisa memaknai hidup. Saya yang selama ini merasa "tidak berguna" karena hanya di rumah saja, menjadi bisa memaknai manfaat saya memilih menjadi ibu rumah tangga. Alhamdulillah 'ala kulli hal. 
Dan akhirnya sekarang tibalah saatnya saya mengucapkan Selamat Tinggal 2022 dengan segala kenangan dan pelajaran darimu, semoga kami bisa menjadi pribadi yang lebih di masa-masa mendatang.

Tak Lagi Berlomba Menjadi Seperti Orang Lain

Hai, perkenalkan saya Diah Ellyana. Seorang ibu rumah tangga biasa yang mencoba berbagai aktivitas mulai dari berbisnis dari rum...