Jumat, 23 April 2021

Berani Nyampah, Berani Tanggungjawab

Gunungan sampah TPA Putri Cempo dari kejauhan


Gunungan sampah di TPA Putri Cempo Solo terlihat dari kejauhan membuat miris hati siapapun yang memandang. Bagaimana tidak, di bawah gunungan sampah itu terdapat pemukiman warga yang secara langsung maupun tidak langsung pasti akan terkena dampaknya. Belum lagi adanya sapi-sapi yang memakan tumpukan sampah di TPA ini membuat kita khawatir dampak apa yang akan terjadi seandainya ada sampah B3 yang ikut tertelan sapi bersama konsumsi sampah organik lain.

TPA Putri Cempo 
(sumber : tribunews.com)


Berton-ton sampah yang datang setiap harinya berasal dari wilayah Solo dan sekitarnya. Tak sedikit orang yang mulai memikirkan cara Pengelolaan Sampah ini. Bagaimana mengolah sampah baik organik dan anorganik agar tak berakhir di TPA Putri Cempo dan hanya menjadi gunungan sampah. Makin banyak orang yang sadar akan pentingnya menjaga bumi setelah beragam bencana alam menerjang negeri kita tercinta. Seperti yang dilakukan oleh warga di sekitar TPA Putri Cempo, yaitu membuat taman bermain  dari beragam sampah tak terpakai. 

Taman Sehat di sekitar TPA Putri Cempo

Lagi-lagi masalah yang timbul adalah soal perawatan. Pembangunan sebagus apapun tak akan ada artinya jika tak dirawat dan dibarengi dengan kesadaran semua pihak. Kesadaran yang harus dimiliki oleh semua warga terlebih di lingkungan terkecil dalam berbangsa yaitu Lingkungan Keluarga.

Menanamkan kesadaran untuk bertanggungjawab atas bumi yang kita tinggali perlu dimulai sejak kecil, agar kelak manusia-manusia Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang sadar dan peduli akan kelangsungan alam sekitarnya. Seperti yang telah dilakukan Waste4Change dan beragam organisasi pecinta lingkungan lain, berusaha mengedukasi masyarakat agar sadar sampah dan bagaimana dampaknya bagi bumi ini.

Berawal dari kesadaran inilah, kami sekeluarga mulai menerapkan Pilah sampah di rumah, agar sampah plastik tak lagi menjadi momok bagi bumi. Setiap hari kami mencuci dan memilah sampah untuk selanjutnya disetorkan di Bank Sampah terdekat. Selain itu adanya Program Melihat Lebih Jernih dari Waste4Change juga makin memacu semangat anak-anak kami untuk mulai mengumpulkan dan mencuci botol Sprite yang mereka beli, untuk kemudian dikirimkan ke Waste4Change agar diolah menjadi kacamata daur ulang. Selain bisa ikut kampanye minim sampah, kami juga bisa mendonasikan hasil kacamata daur ulang ini pada yang membutuhkan. Pesan yang jarang kita jumpai dimanapun.

jemuran sampah plastik

Inilah yang beberapa tahun belakangan kami lakukan, tak hanya sebagai bentuk kepedulian pada bumi tapi juga sebagai pertanggungjawaban kami sebagai manusia.
Selain memilah dan menyetorkan ke Bank Sampah, beberapa sampah plastik seperti cup, karung plastik, bekas kemasan minyak goreng, dan bekas kemasan ukuran sedang/besar lain kami manfaatkan kembali untuk berkebun.

Penggunaan Limbah Plastik

Selain pemilahan dan penggunaan kembali sampah anorganik, saat ini kami juga terus belajar untuk bisa mengolah sampah organik yang dihasilkan dari dapur agar bisa dipakai kembali, seperti untuk pembuatan kompos dan ecoenzym. Di Indonesia saat ini sudah banyak yang mulai berperan untuk pengolahan limbah organik dengan Budidaya Magot (lalat BSF), semoga ke depannya kami bisa ikut serta mengkampanyekan hal ini juga dan bisa turut mensukseskan Program Waste Management Indonesia agar tercipta Indonesia yang lebih hijau dan minim sampah.

Sukoharjo, 23 April 2021
22.30 WIB

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog waste4change Sebarkan Semangat Bijak Kelola Sampah 2021 oleh Diah Ellyana Suryaningtyas Mahasiwi"

Tak Lagi Berlomba Menjadi Seperti Orang Lain

Hai, perkenalkan saya Diah Ellyana. Seorang ibu rumah tangga biasa yang mencoba berbagai aktivitas mulai dari berbisnis dari rum...