Selasa, 30 November 2021

Puzzle Berbeda dgn Gambar yang Indah

 


Bismillah,

Banyak sekali ilmu rumah tangga yang akhir2 ini saya dapatkan.


Dimulai dari pertengkaran tetangga kami yg sudah berusia setengah abad lebih dengan pernikahan yang kurang lebih sudah berjalan 35th.


Hingga malam ini yang membuat saya dan suami bertengkar, hanya karena masalah sepele, saya merasa terluka dan tak ada harga diri ketika suami membatasi jatah makan malam kami dan berakhir dengan dibayarinnya santap malam saya dan anak2 oleh seorang teman.

Terdengar klise dan lebay, tapi memang itulah adanya.


Hampir semua pertengkaran dalam keluarga hanya seputar harta dan wanita.

Kalau bukan karena kekurangan harta dan himpitan ekonomi, pasti tentang wanita lain.


Ratusan chat dari sebuah WAG Komunitas saya hari ini yang menyinggung seputar "layangan putus", nampaknya makin membenarkan fakta yang saya sebutkan di atas.


Ketika seseorang sudah tercukupi kebutuhan ekonominya, pasti datang ujian lain, dan di kasus ini adalah tentang "pengkhianatan".

Entah kenapa saya tidak suka menyebut kata "selingkuh", tapi lebih nyaman menggunakan kata " berkhianat".

Yaaa, sesungguhnya orang yang menikung sejatinya telah berkhianat pada janjinya sendiri, janji yang telah diucapkannya dulu ketika Ijab dan Qabul.

Janji yang sampai membuat Arsy Allah bergetar.

Janji yang begitu besar pertanggungjawaban dunia akherat.


"Saya terima NIKAH dan KAWIN nya fulanah binti fulan"

Artinya dia telah mengambil peran dan tanggungjawab atas seorang wanita, yang dulunya adalah tanggungjawab sang ayah.

Peran dan tanggungjawab yang tak hanya seputar materi, tapi juga pendidikan, moril dan agama.


Seorang suami haruslah bisa menjadi sosok imam, guru, pembimbing, teman, bahkan sahabat bagi istrinya.


Jangan sampai seorang suami gagal mendidik hingga membuat sang istri berteriak di depan mukanya dan bahkan kabur dari rumah karena alasan apapun.


Jangan pula sang suami membiarkan si istri merasa tak punya harga diri karena telah menyerahkan mimpi dan cita2nya demi menjadi seorang ibu rumah tangga dalam keluarga mereka.


Sesungguhnya suami dan istri layaknya sebuah puzzle, yang pasti berbeda satu sama lain, dan akan saling melengkapi untuk bisa membentuk sebuah gambar yang indah, begitu pula pernikahan.

Pernikahan tak akan bisa dibentuk dengan 2 sosok yang sama, pernikahan hanya akan membawa kedamaian jika terbentuk dari 2 orang yg akan saling mengerti dan memahami kebutuhan satu sama lain.


Semoga saya bisa mengambil ibrah dari semua kejadian yang 2 hari ini saya lalui dan bisa membentuk sebuah pernikahan yang indah, layaknya gambar yang tersusun dari 2 keping puzle berbeda.

Puzzle Diah Ellyana dan Wawan Purnomo


Sukoharjo, 30 Nov 2021

Selasa | 23.48 WIB

Kamis, 18 November 2021

Gambar Imajinatif tanpa Imajinasi


Bismillahirrohmanirrohim


Senin, 6 September 2021

Hari pertama di awal minggu

Seperti biasa menjadi ajang mengejar tugas yang belum dikerjakan minggu lalu, entah tugas saya maupun tugas kakak.


Hari ini kakak menyelesaikan tugas SBDP nya yang belum selesai, yaitu menggambar imajinatif. Tsaqiif yg selama ini lebih cenderung memiliki kecerdasan matematika & logika diminta untuk berimajinasi mengenai apapun itu, dan...bisa ditebak hasilnya, dia akan kesulitan karena memang bukan disana "gunung" itu berada.


Menggambar adalah salah satu "lembah" yang dia punya. Menyadari hal itu, saya pun tak menuntut banyak.


Berbekal mesin pencarian di gawai saya ketikkan "menggambar imajinatif" dan keluarlah berbagai contoh gambar imajinatif yang sesuai untuk anak kelas 2 SD. Dipilihlah salah satu gambar, yaitu gambar bunga matahari dan ada lebah di atasnya.


Sesi eksekusi pun dimulai, dengan bersusah payah dan berbumbu drama, gambar imajinatif karya pertama dari Tsaqiif Zuhdi Abdurrohman bisa terpampang nyata di buku gambarnya.



Bagi orang lain mungkin gambar ini jauh dari kata bagus dan bahkan bisa dikatakan jelek, tapi buat saya ini adalah hasil luar biasa dari seorang anak yang berusaha membuktikan bahwa dia bisa berjalan di "lembah"nya.


Bagi sebagian orang, ketika menemui kelemahannya akan menghindar, tapi dia berani untuk melakukan itu, walaupun yaaa memang hanya untuk sekedar nilai mata pelajaran belaka.


Thankss nak, terima kasih banyak sudah jadi Tsaqiif yang pemberani menghadapi kelemahanmu 😘


Sukoharjo, 06 September 2021

23.32 Waktu HP sy 

Tak Lagi Berlomba Menjadi Seperti Orang Lain

Hai, perkenalkan saya Diah Ellyana. Seorang ibu rumah tangga biasa yang mencoba berbagai aktivitas mulai dari berbisnis dari rum...