Seorang kakek yang dalam waktu sekejap semua memori tentangnya muncul di pikiran. Bagaimana beliau pada masa awal kemunculan handphone Nokia, rela jauh-jauh naik bis seorang diri dari Pacitan ke Solo hanya untuk memberikan sekotak HP untuk cucu pertamanya.
Bagaimana beliau rela mengantarkan sebuah kalung yang dihadiahkan dari istrinya untuk cucu pertamanya menempuh jarak 70km seorang diri, dan bersikeras segera memberikannya ke si cucu.
Beliau juga adalah sosok suami yang mencintai istrinya.
Masih lekat di ingatan, bagaimana setiap hari si kakek menunggu istrinya ketika dirawat di rumah sakit. Dengan sabar dan telaten menyuapi dan merawat istrinya yang terkenal cerewet dan judes. Dan sesekali pergi keluar hanya untuk mencaru sebungkus "sego kucing" kesukaannya.
Ada sebuah kebiasaan kecil si kakek yang sampai sekarang masih saja menggelitik.
Si kakek yang masih menggunakan sebuah handphone nokia dual ring, suka sekali mendengarkan radio dari handphone nya tersebut. Dan ketika tak ada siaran radio yang baginya menarik, beliau dengarkan rekaman pembicaraan telepon dari handphonenya. Usut punya usut ternyata kakek ini suka sekali merekam pembicaraannya di telepon, entah dengan anaknya, cucunya atau pun teman-temannya, lalu didengarkan kembali percakapan tersebut seorang diri.
Lucu memang...tapi ternyata beginilah cara dia menghibur diri.
Seorang kakek yang suka sekali utak utik suatu barang, hingga di suatu hari ketika menginap di rumah cucunya, dilihatnya sebuah remote rusak tergeletak di bawah meja, diambilnya sebuah gunting dan alat lalu dia berusaha memperbaiki remote tersebut. Yaaa,.walaupun remote itu tetap tak bisa berfungsi tapi usahanya patut untuk diapresiasi.
Seorang kakek yang suka sekali jajan sebungkus nasi bandeng di sebuah wedangan dekat rumah anaknya, hingga membuat hapal sang penjual.
Seorang kakek yang suka sekali nongkrong di teras rumah cucunya, sambil memandang hijaunya sawah terbentang sambil mengajak ngobrol siapapun yang lewat di depan rumah cucunya tersebut.
Seorang kakek yang selalu saja mengajarkan untuk bersabar.
Yang membuat sang cucu perempuan bermimpi memiliki sosok suami yang penyayang seperti dirinya, yang selalu saja diam dan sabar ketika mendengar omelan sang istri.
Selamat jalan mbah kakung
Sugeng tindak..
Sekarang mbah kakung udah ndak sakit lagi.
Selamat jalan sosok suami penyabar dan penyayang untuk istrinya
Sosok ayah yang selalu bisa melihat sisi terbaik dari anak-anaknya
Sosok kakek yang selalu ingin melihat cucunya tersenyum bahagia.
Selamat jalan mbah Sadjiman, semoga amal kebaikan dan pelajaran mbah kakung untuk kami semua menjadi pemberat timbangan mbah di akherat nanti.
Pacitan, 27 Juni 2022
Dari cucu perempuan yang selalu menyayangimu
Diah Ellyana