Sabtu, 24 Februari 2024

3 Agenda di Hari yang Sama

Dua event yang dilakukan di hari yang sama, Ahad 25 Februari 2024 besok seperti menguji kelihaian kami dalam manajemen orang dan waktu. 
Di hari yang sama kami ada 2 event penting yang tak bisa dipisahkan, kalau ditambah dengan event komunitas saya seharusnya besok ada 3 event yang berlangsung di hari yang sama,  tempat berbeda namun berurutan.

Di pagi hari kami harus mengatur Hari Bermuhammadiyah Cabang Kota Bengawan, dimana semua persiapan insyaaAllah sudah teratur,  hanya tinggal bagaimana eksekusi hari H, namun dari awal suami sudah menyampaikan pesan Pak Ketua pada kami untuk tidak mencari kambing hitam ketika terjadi kekurangan,  karena memang kesempurnaan hanya milik Allah SWT semata.  

Kami harus siap mulai jam 06.00 pagi di lokasi (SMP muhammadiyah 1 Simpon) untuk persiapan dan penataan meja bazar dan registrasi yang memang lokasinya di luar gerbang sekolah,  sehingga tidak ada "iyup-iyup". Belum lagi akan ada booth Sejenak (Sedekah Jelantah Nasyiah Kota Bengawan)  dan juga Bazar dari PCNA. Walaupun sudah ada pembagian jobdesk di intern PCNA namun tetap harus diawasi dan dikontrol pelaksanaannya. 
Selesai dari pengajian,  saya ada janji temu dengan anak Nasyiatul Aisyiyah Kampungbaru untuk berangkat bersama ke penjahit yang akan membuat seragam batik Musycab kami. 

Di hari yang sama juga akan ada Kejuaraan Kota Karate dimana Tsaqiif mengambil 2 kelas pertandingan,  kata dan kumite. Karena pertandingan dimulai jam 7 pagi,  kami harus membagi tugas dengan Via untuk bisa terlebih dahulu mengantarkannya ke lokasi acara di Hall Tirtonadi,  dan akan kami susul ketika agenda kami sudah selesai. 

Seharusnya di hari yang sama juga ada Launching Buku dan Playdate Kampung Komunitas Ibu Profesional Solo Raya dimana saya menjadi salah satu panitianya juga, namun karena adanya 2 agenda bersamaan jadi saya tidak bisa menghadirinya, hanya bisa membantu sedikit di bagian sponsorship saja. Alhamdulillah teman-teman panitia lain mengerti dan bisa memaklumi. 

Semoga semua agenda esok hari dapat berjalan dengan lancar dan tak ada halangan.

Sabtu, 03 Februari 2024

Pertemuan Kembali dengan Bu Vitri Sundari, owner Tsabita Halal Bakery



Memasang target harus menulis minimal 15 menit sehari memang tak mudah.  Komitmen dan konsistensi diri pada tujuan benar-benar diuji. 
Seperti sekarang ini yang sebetulnya saya ingin menulis tenfang bu Vitri Sundari, owner dari Tsabita Halal Bakery dan juga Soto Legent Mbah Mitro Mblembong.  Seseorang yang saya kenal di tahun 2016 silam, 8 tahun lalu.  Hanya sekali bertemu dan tak pernah lagi bertegur sapa,  beberapa minggu lalu saya beranikan diri terlebih dahulu mengirimkan pesan whatsapp padanya,  agar berkenan berbagi ilmu menjadi narasumber Seminar Kewirausahaan yang akan kami adakan.  Gayung bersambut,  merasa belum pernah masuk ke dalam lingkungan Muhammadiyah,  bu Vitri menyetujui tawaran itu. 

Tak berselang lama,  selepas acara dan berhaha hihi ala kadarnya,  tetiba beliau mengirimkan pesan pada saya untuk mengajak bertemu di warung soto miliknya. 
Saya ajak suami untuk kesana selepas mengantar si kecil ke tempat les. Tapi qadarullah belum bisa bertemu dengan beliau.  Malah kami mendapatkan traktiran gratis makan di warung soto tersebut,  itung-itung icip-icip jualan beliau. Tak lupa saya bawakan Beras Kencur Latte yang saya buat di siang harinya khusus untuk silaturahim dengan beliau.  Namun karyawannya menyampaikan bahwa Bu Vitri merasa tidak enak badan,  jadilah beliau pulang duluan dan bertitip pesan pada karyawan. 

Dua hari setelahnya,  bu Vitri kembali mengajak saya bertemu, karena saat itu posisi beliau ada di Semanggi,  di sekitar rumah orang tua saya.  Pertama kali datang ke lokasi sebelum sempat bertemi dengan beliau ,  si kecil rewel jadi saya minta ijin untuk bisa mengantarkannya ke tempat simbah. 15 menit berselang,  kembali saya sampai di lokasi,  namun lagi-lagi ada telepon masuk dari ibuk yang meminta saya menjemput si kakak, karena ayahnya sedang ada urusan di kantor.  Kembali lagi saya minta ijin pada beliau untuk menjemput anak terlebih dahulu. 

Dan alhamdulillah setelah itu saya bisa berkesempatan bertemu dengan beliau bersama di kakak di sebuah warung steak bernama Sa'i.  Disana kami ngobrol,  ternyata alasan bu Vitri meminta bertemu adalah ingin lebih tahu tentang program Sejenak (Sedekah Jelantah NA Kota Bengawan)  yang beberapa bulan ini saya dan teman-teman PCNA Kota Bengawan rintis.  Usut punya usut ternyata beliau juga saat ini concern di dunia sosial kemasyarakatan terlebih pendampian pada para janda untuk bisa lebih berdaya. 
Selain berkenalan satu sama lain,  kami juga berbagi tentang tantangan dan peluang yang ada di dunia sosial kemasyarakatan. 

MasyaaAllah bersyukur sekali bisa bertemu dengan beliau setelah 8 th berselang. Semoga saya bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari beliau dan memgimplementasikan dalam kehidupan pribadi saya,  insyaaAllah. Amiin. 

Tak Lagi Berlomba Menjadi Seperti Orang Lain

Hai, perkenalkan saya Diah Ellyana. Seorang ibu rumah tangga biasa yang mencoba berbagai aktivitas mulai dari berbisnis dari rum...