STORY of MOMLEARNER
Setiap Orang menjadi Guru
Setiap Rumah menjadi Sekolah
(Ki Hajar Dewantoro)
Bismillahirrahmanirrohim
Allohumma sholli 'ala muhammad, wa 'ala 'aliy muhammad
Amma ba'du
Berpuluh puluh tahun yang lalu Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantoro sudah mengingatkan kita, bahwa setiap diri kita adalah guru, dan setiap rumah kita adalah sekolah.
Dan sekarang setelah pandemi menyerang, kita semua kembali diingatkan akan hal itu.
Pendidikan tak hanya tugas guru, tapi setiap diri kita atas siapapun yang ada di dalam rumah kita.
Alhamdulillah 'ala kulli hal, saya dimudahkan untuk mendidik anak-anak dari Ibu Profesional terlebih di Kelas Bunda Sayang ini.
Perkuliahan yang kembali saya jalani setelah bertahun-tahun berkutat dengan pekerjaan domestik.
Perkuliahan yang kembali memantik kreativitas dan komitmen saya untuk terus menjalaninya apapun yang terjadi.
Memang tak mudah, tapi saya yakin pasti bisa.
Dengan gagalnya saya di Zona Kedua tak membuat saya patah arang untuk mengejar ketertinggalan di zona-zona berikutnya.
Berkumpul dengan pribadi-pribadi luar biasa di Ibu Profesional membuat saya yakin, suatu hari nanti saya pasti akan bisa menjadi seperti mereka asalkan saya konsisten dan komitmen.
Komitmen akan setiap amanah yang saya pegang, dan konsisten mengerjakannya dengan disiplin.
Kelas Bunda Sayang mengajarkan saya banyak hal.
Manajemen waktu, disiplin, manajemen diri, kemampuan menulis dan mencurahkan apa yang saya alami dan rasakan melalui tulisan, barangkali hanya ini yang bisa saya kemukakan, walaupun mungkin buanyaaakkk manfaat-manfaat lain yang saya pribadi rasakan.
Dari Kelas Bunda Sayang saya menemukan ketertarikan saya di dunia tulisan, dunia baru yang saya kenal. Dan bahkan dari dunia inilah saya mendapatkan healing dari kegalauan - kegalauan yang ada.
Dari Kelas Bunda Sayang, saya juga belajar komunikasi produktif, sehingga komunikasi saya dengan suami dan anak-anak menjadi lebih efektif. Tak lagi seperti kuis yang main tebak kata dan tebak perasaan.
Dari Kelas Bunda Sayang, saya belajar kemandirian. Tak hanya untuk anak-anak, tapi juga kemandirian untuk diri sendiri. Yang awalnya tak berani untuk berkata tidak, sekarang saya menjadi lebih lantang dan tahu apa yang harus saya lakukan.
Dari Kelas Bunda Sayang, saya belajar tentang Kecerdasan Emosi dan Spritual. Bukan hanya bermanfaat untuk anak-anak, tapi juga bermanfaat untuk diri kita. Membantu kita mengatur emosi dalam merancang sebuah program dengan musyawarah mufakat. Bukan hanya yang berdampak bagi diri keluarga, tapi juga program yang in syaa Allah akan berdampak untuk sesama.
Zona-zona lain telah menunggu kita, luruskan niat untuk Illahi, recharge energi dan selalu semangat untuk berbagi.
Tetap semangat kawan.
Tak hanya untuk diri kita, tapi untuk keluarga dan semesta.
November 2020
Diah Ellyana S.M
Mahasiswi Bunda Sayang Batch 6
#ibuprofesional
#ibuprofesionalsoloraya
#kelasbundasayang
#bundasayangbatch6
#storyofmomlearner
#semangatberbagi
#berbagimelayani
