23 Maret 1985
Adalah hari lahirnya.
Seorang anak laki-laki pertama yang kemudian ditinggalkan di kampung agar kedua orang tuanya bisa mencari nafkah.
Tak banyak yang saya tau dari dirinya, selain apa yang nampak. Entah apa yang menempanya dahulu sehingga membuatnya menjadi pribadi yang "sedikit" keras.
"Komandan (Ndan)" begitulah saya memanggilnya ketika hati dan mood sedang baik. Sementara dia selalu memanggil saya dengan sebutan "Juragan/Den".
Yas, dia adalah suami saya.
Pemimpin rumah tangga kami.
Hari ini dia genap berusia 36 tahun. Usia yang sudah tak muda lagi, tapi belum juga bisa dibilang tua.
8 tahun pernikahan kami, sedikit banyak membuat kami lebih dewasa dalam berpikir dan bertindak, walau kadang "sisi anak kecil" masih saja kerap muncul.
Pribadinya yang keras dan kaku, kadang membuat saya jengkel, jangan dikira tak pernah berdebat. Kadang 2 hari sekali kami berantem, baru juga baikan 1 hari, keesokan harinya sudah ada lagi persoalan yang menyulut.
Memang kami berbeda, watak kami berbeda, dilahirkan dari keluarga berbeda, dibesarkan dengan lingkungan yang berbeda, passion kami pun berbeda.
Saya yang menyukai dunia bisnis, sementara Dia lebih suka dunia kerelawanan dan SAR. Pernah suatu ketika saya memaksanya untuk ikut komunitas bisnis sesuai passion saya, tapi tetap saja tak membuahkan hasil.
Ketika yang lain menggaungkan Couple Preneur, bagi kami yang ada adalah CoupleSharing. Yaaa inilah salah satu benang merah yang menghubungkan kami. Jiwa dan semangat untuk berbagi.
Memang suami bukanlah laki-laki sempurna, tapi yakinlah Allah mengirimkan dia untuk menyempurnakan kita. Fokuslah pada kelebihannya, jangan pikirkan kekurangannya, karena barangkali kekurangan kita jauh lebih banyak dari itu, tapi dia tetap bisa menerima.
Barakallah fii umrik Ndan Wawan 💐
Sukoharjo, 23 Maret 2021
01.45 dini hari
