Memasang target harus menulis minimal 15 menit sehari memang tak mudah. Komitmen dan konsistensi diri pada tujuan benar-benar diuji.
Seperti sekarang ini yang sebetulnya saya ingin menulis tenfang bu Vitri Sundari, owner dari Tsabita Halal Bakery dan juga Soto Legent Mbah Mitro Mblembong. Seseorang yang saya kenal di tahun 2016 silam, 8 tahun lalu. Hanya sekali bertemu dan tak pernah lagi bertegur sapa, beberapa minggu lalu saya beranikan diri terlebih dahulu mengirimkan pesan whatsapp padanya, agar berkenan berbagi ilmu menjadi narasumber Seminar Kewirausahaan yang akan kami adakan. Gayung bersambut, merasa belum pernah masuk ke dalam lingkungan Muhammadiyah, bu Vitri menyetujui tawaran itu.
Tak berselang lama, selepas acara dan berhaha hihi ala kadarnya, tetiba beliau mengirimkan pesan pada saya untuk mengajak bertemu di warung soto miliknya.
Saya ajak suami untuk kesana selepas mengantar si kecil ke tempat les. Tapi qadarullah belum bisa bertemu dengan beliau. Malah kami mendapatkan traktiran gratis makan di warung soto tersebut, itung-itung icip-icip jualan beliau. Tak lupa saya bawakan Beras Kencur Latte yang saya buat di siang harinya khusus untuk silaturahim dengan beliau. Namun karyawannya menyampaikan bahwa Bu Vitri merasa tidak enak badan, jadilah beliau pulang duluan dan bertitip pesan pada karyawan.
Dua hari setelahnya, bu Vitri kembali mengajak saya bertemu, karena saat itu posisi beliau ada di Semanggi, di sekitar rumah orang tua saya. Pertama kali datang ke lokasi sebelum sempat bertemi dengan beliau , si kecil rewel jadi saya minta ijin untuk bisa mengantarkannya ke tempat simbah. 15 menit berselang, kembali saya sampai di lokasi, namun lagi-lagi ada telepon masuk dari ibuk yang meminta saya menjemput si kakak, karena ayahnya sedang ada urusan di kantor. Kembali lagi saya minta ijin pada beliau untuk menjemput anak terlebih dahulu.
Dan alhamdulillah setelah itu saya bisa berkesempatan bertemu dengan beliau bersama di kakak di sebuah warung steak bernama Sa'i. Disana kami ngobrol, ternyata alasan bu Vitri meminta bertemu adalah ingin lebih tahu tentang program Sejenak (Sedekah Jelantah NA Kota Bengawan) yang beberapa bulan ini saya dan teman-teman PCNA Kota Bengawan rintis. Usut punya usut ternyata beliau juga saat ini concern di dunia sosial kemasyarakatan terlebih pendampian pada para janda untuk bisa lebih berdaya.
Selain berkenalan satu sama lain, kami juga berbagi tentang tantangan dan peluang yang ada di dunia sosial kemasyarakatan.
MasyaaAllah bersyukur sekali bisa bertemu dengan beliau setelah 8 th berselang. Semoga saya bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari beliau dan memgimplementasikan dalam kehidupan pribadi saya, insyaaAllah. Amiin.