Minggu, 29 Januari 2023

Kejuaraan Pertama Tahun Ini adalah Pertandingan Keduanya

Kejuaraan kali ini memang tak mudah.
Walaupun ini adalah kali kedua kakak Tsaqiif menjadi peserta turnamen Karate, namun ada beberapa variabel yang membuat turnamen kali ini memberi tekanan lebih besar.

Dulu saat turnamen pertamanya, di bulan Desember 2022, Kakak Tsaqiif bisa melalui dengan baik karena diadakan di waktu jeda semester, jadi tidak ada tugas, ekstrakulikuler maupun kegiatan sekolah lain. Apalagi turnamen pertamanya dilakukan bertepatan setelah PAS (ujian semester) sekolah, sehingga tak begitu banyak energi yang digunakan untuk membagi waktu antara latihan, sekolah dan jam mainnya.

Namun kali ini, turnamen dilakukan di bulan Januari, di saat sekolah beserta seluruh keriwehannya sudah mulai berjalan normal. Dia harus membagi waktu antara belajar, ekstrakulikuler, latihan, dan jam istirahatnya.

Kadang tak tega rasanya melihat anak usia 9 tahun harus berangkat pagi, lanjut ekstrakurikuler Rebana dan dilanjut lagi dengan latihan karate. 
Dalam sehari dia harus beraktivitas selama 11 jam. 
Tapi itulah yang memang harus dia lalui.
Karena mengikuti turnamen ini adalah pilihannya, dan dia pun memilih bermain di dua kelas, yakni di kelas Kata (Seni) dan Kumite (Tanding).
Pilihan yang memang membawa konsekuensi lebih pula, dia harus berlatih ekstra, dan belajar ekstra untuk bisa membagi waktu antara tugas dan latihannya.

Tsaqiif tetaplah Tsaqiif, di sela-sela kegiatannya, masih saja meminta untuk bermain Games kesayangannya, tentunya dengan beberapa prasyarat yang memang kami sepakati di awal.

Selain beberapa hal yang masih saja sama, Ada 1 hal yang mulai berubah dari dirinya.
Tsaqiif yang dulu tak pernah bercerita, sekarang mulai bisa menceritakan kejadian yang dialaminya saat latihan/di sekolah, bukan kepada saya memang, tapi setidaknya kami juga bisa memantau perkembangannya.

Dan Tsaqiif yang dulu penakut dan harmoni, sekarang mulai bisa berkompetisi. Melawan rasa takutnya memang tak mudah, tapi kami apresiasi itu. Kami bersyukur Tsaqiif ada di titik ini. Bukan piagam/medali harapan kami, tapi sosok Tsaqiif yang lebih berani dan mau berjuang, itulah sesungguhnya yang kami cari.

Tak Lagi Berlomba Menjadi Seperti Orang Lain

Hai, perkenalkan saya Diah Ellyana. Seorang ibu rumah tangga biasa yang mencoba berbagai aktivitas mulai dari berbisnis dari rum...