Tak terasa bulan Juli sudah sampai di hari terakhir. Banyak sekali yang terjadi di bulan ini,mulai dari rentetan perjuangan kami dan teman-teman menginisiasi Syiar Muktamar Muhammadiyah Cabang Kota Bengawan, proses koordinasi di tim marketing KIPMA, hingga private class yang saya ikuti bersama teman-teman dan tsawab yang tidak jadi ikut Lomba Dongeng.
Bulan ini saya mulai dengan adanya rapat koordinasi Panitia Syiar Muktamar pertama di tanggal 5 Juli 2022 di SD Muhammadiyah 2 Kauman, dimana disini kami mulai menggelontorkan ide-ide untuk kegiatan Syiar Muktamar Cabang Kota Bengawan, mulai dari adanya Parade Penampilan para siswa, bazar produk Muhammadiyah hingga adanya Pengajian. Semua persiapan sudah kami lakukan dengan maksimal, qadarullah H-3 pelaksanaan, pengisi acara yakni Bp Ali Muchtar jatuh sakit sehingga diharuskan untuk rawat inap di PKU Muhammadiyah Ronggowarsito. Alhamdulillah dan masyaaAllah, dalam kondisi sedang dirawat di rumah sakit, beliau masih berkenan mencarikan ustadz pengganti, hingga ditunjuklah Prof M.A Fattah sbg narasumber di acara kami.
Alhamdulillah acara berlangsung dengan lancar, persiapan yang dilakukan hingga jam 02 pagi berbuah maksimal. Parade Penampilan AUM mulai dari karawitan, pencak silat, lagu, tari hingga teater mendapat apresiasi yang memuaskan dari para tamu. Beberapa pengisi stand bazar juga cukup puas dengan banyaknya pembeli yang mengunjungi stand mereka.
Bahkan sudah ada yang menanyakan kapan diadakan kembali Bazar seperti ini.
Alhamdulillah 'ala kulli hal, semua keberhasilan ini murni karena keridhoan Allah atas usaha yang dilakukan teman-teman semua.
Beralih dari Pengajian Syiar, sedikit cerita tentang Lomba Dongeng PAUD Se Kota Surakarta. Tanpa ada pertanda apapun, Bu Hartini, kepala sekolah TK Aisyiyah 5 meminta saya untuk mengikuti Lomba Dongeng anak dan orang tua. Dengan beberapa pertimbangan saya iyakan hal itu. Bahkan dari pihak sekolah meminjamkan Buku Dongeng untuk saya berlatih bersama Tsawab di rumah. Mengetahui dia mau mengikuti sebuah Lomba Dongeng, Tsaaab amat sangat antusias. Dia berlatih san berlatih setiap hari. Dan bahkan Tsawab bilang "akan menang" pada guru-gurunya di sekolah. Hingga tibalah hari H pelaksanaan. Tsawab yang memang sedang tak enak badan, di awal berangkat sudah tak ada semangat. Sampai di tempat pelaksanaan Lomba pun dia terlihat lesu. Apalagi melihat tak ada teman-teman dari sekolahnya seperti peserta lomba dari TK lain yang memang datang berkelompok. Tsawab tak mau ikut lomba dan bahkan hanya tiduran di jalan menuju tempat dilaksanakannya Lomba.
Padahal sebelumnya dia terlihat bersemangat, dan selalu berlatih dan bahkan sudah saya buatkan alat peraga untuk menunjang penampilan lomba kami. Tapi mau bagaimana lagi.
Inilah definisi, "Hasil adalah Hak Prerogatif Allah"
Tak seperti Pengajian Syiar Muktamar yang Allah meridhoi dan melancarkan kegiatan tersebut, di kegiatan lomba ini saya sudah berusaha maksimal, namun qadarullah memang Allah tak mengijinkan untuk tampil.
Sama seperti kejadian sebelumnya yang saya ikhlas dengan hasil memuaskan, di kejadian ini pun saya juga harus mengikhlaskannya.