Minggu, 01 Oktober 2023

Lika Liku Belajar Blogging di Kabin Blogging Kampung Komunitas Ibu Profesional

 

Flyer Pendaftaran Kampung Bakat Batch 3










Berawal dari postingan sosial media tentang Pendaftaran Kampung Bakat, rasanya ingin sekali mendaftar kembali. Namun mengingat sulitnya dulu saya mengikuti setiap tahapan di Kampung Bakat Batch 1 saya urungkan niatan tersebut.

Gambar Pilihan Kabin Kampung Bakat Batch 3










Niat itu kembali muncul ketika melihat pengumuman Pembukaan Pendaftaran Kampung Bakat Batch 3 di Whatsapp Grup Ibu Profesional Solo Raya, terlebih ketika melihat adanya pilihan Kabin Menulis (Blogging) di antara 17 kabin / jurusan yang bisa dipilih. Saya yang memang tahun ini ingin lebih mendalami dunia kepenulisan, merasa tertarik. Tanpa menunggu lama, saya putuskan untuk mendaftarkan diri. Karena ada persyaratan Surat Rekomendasi dari Regional, segera saja saya hubungi Manager Operasional Kampung Komunitas Solo untuk mendapatkan rekomendasi bersama dengan beberapa member Ibu Profesional Solo yang lain. Ternyata saya tak sendiri, ada beberapa member yang juga mengikuti Kampung Bakat Batch 3 ini dengan beberapa kabin piihan masing-masing.

Alur Pendaftaran Kampung Bakat Batch 3





Setelah melakukan pembayaran sebesar Rp 25.000,- sebagai comitment fee dalam mengikuti Kampung Bakat ini, kami dimasukkan ke sebuah Facebok Grup dan Telegram Grup. Berbeda dengan Kampung Bakat pertama yang dulu pernah saya ikuti, dimana semua terfokus di Whatsapp Grup, sehingga menghabiskan memori handphone dan membuat malas untuk membuka percakapan, Kampung Bakat kali ini menggunakan beberapa fitur yang ada di Telegram. 

Flyer Syarat Shipper Kampung Bakat Batch 3










Setiap materi akan dibuat Topik Khusus, sehingga tidak membuat saya badai chat. Ketika ingin membuka diskusi suatu materi, saya tinggal membuka materi tersebut, tanpa adanya distraksi percakapan lain. Tak seperti di Whatsapp Grup dimana semua percakapan menumpuk menjadi satu, sehingga membuat malas untuk membukanya, apalagi ketika sudah tertinggal ratusan bahkan ribuan chat.


Sebuah pengalaman menarik ketika mengikuti Kampung Bakat Batch 1 waktu itu, ketika saya sampai harus mengimpor percakapan dari Whatsapp ke Google Docs agar bisa memilih dan meringkas percakapan yang saya anggap penting. Sehingga ketika suatu saat dibutuhkan saya biasa dengan mudah menemukannya. Namun hal itu tak diperlukan lagi di Kampung Bakat Batch 3 kali ini, karena para kakakru telah memilih platform telegram dan zoom untuk penyampaian materi, dan memilahnya sesuai materi masing-masing.


Di Kabin Blogging ini kami belajar menjadi blogger dari nol. Kami belajar membuat blog dari awal. Saya yang memang sudah memakai blogspot merasa tertantang sehingga membuat sebuah blog baru di wordpress, hanya untuk mengetahui sensasi platform blogging yang berbeda, seperti kata mba Mia, seorang Ayunda / pemateri di Kabin Blogging. Dan ternyata benar, setelah berbulan-bulan memakai blogspot, saya temukan keunikan tersendiri dalam wordpress.


Selain membuat blog, kami juga belajar bagaimana membuat artikel blog yang baik, bagaimana plagiasi dalam dunia blogger, dan materi terakhir yang kami terima yakni tentang Monetisasi Blog. Bahwa kita juga bisa berkarya dan menghasilkan dengan tulisan yang kita produksi di blog. 


Sistem Kampung Bakat kali ini yang memberikan mutiara sebagai apresiasi kepada shipper (sebutan untuk peserta Kampung Bakat), membuat kami para peserta termotivasi untuk menjadi aktif. Belum lagi adanya tambahan materi bonus untuk pengumpul Misi Pertama hingga kelima memacu diri untuk rutin mengumpulkan tugas, bahkan di sela waktu saya yang sedang disibukkan dengan banyaknya agenda dan kegiatan organisasi, tak menyurutkan niat mengumpulkan Misi. Semoga di akhir Kampung Bakat nanti saya bisa benar-benar mengasah diri menjadi seorang Blogger.

Tak Lagi Berlomba Menjadi Seperti Orang Lain

Hai, perkenalkan saya Diah Ellyana. Seorang ibu rumah tangga biasa yang mencoba berbagai aktivitas mulai dari berbisnis dari rum...