Jumat, 11 Februari 2022

Pemanasan Sebelum Marathon 11m

Bismillah...
Asalamualaikum sahabat...

Walaupun akhir-akhir ini level PPKM terus naik, tapi jangan sampai menaikkan level stress kita yaa, ingat stress bisa memicu penyakit, selalu jaga pikiran dan perasaan agar selalu baik, bahasa gaulnya adalah BE POSITIVE THINKING and POSITIVE FEELING.

Dan untuk menambah energi positif kita saat ini, saya akan sedikit berbagi mutiara dan berlian yang saya dapatkan waktu mengikuti Kelas Persiapan di KLIP.
Seperti judul artikel ini, kelas persiapan ini bagi saya seperti pemanasan, sebelum nantinya kita marathon nulis seeeeetiap hari selama kurang lebih 11 bulan ke depan, tepatnya dari bulan Februari - Desember 2022. Dan "m" dalam judul di atas bukan miles ya, tapi months 😂.

Yuk kita sama-sama memungut berlian yang berserakan dari 2 kelas persiapan yang saya ikuti. 🤗

Kelas pertama adalah kelas Pengenalan Jati Diri yang disampaikan oleh founder Komunitas Ibu Profesional, ibu Septi Peni Wulandani. Seperti biasa, banyak sekali mutiara kehidupan yang bisa saya dapatkan dari beliau. Ibaratnya kelas siang ini adalah kelas bertabur berlian. Selalu ada saja yang membuat takjub.

Seperti yang ibu Septi sampaikan, Komunitas Ibu Profesional saat ini mengusung tema #DariRumahUntukDunia dimana kita para ibu yang notabene biasanya hanya 3sur, sumur, dapur, kasur dibukakan mata kita untuk bisa mulai mengubah peradaban dari rumah. Seperti ibu RA Kartini, dengan tulisan-tulisannya dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang yang mampu mengubah persepsi dunia memandang perempuan. Seorang perempuan tak lagi hanya dipandang sebelah mata. Sehingga saat ini, seorang perempuan mampu berkarya dan berdaya dengan segala potensi yang ada di dirinya.

Dalam sesi kelas pertama ini Ibu Septi menyampaikan mengenai Perempuan Berdaya terlebih untuk Berdaya dari Rumah, seperti tema yang diusung Ibu Profesional di Konferensi tahun 2021 lalu, yaitu Dari Rumah Untuk Dunia.

Ibu menyampaikan, ciri perempuan berdaya diantaranya adalah :
1. Jati Diri
Seorang perempuan harus mampu memahami diri & potensinya. Dengan paham akan dirinya, seorang perempuan akan lebih percaya diri & menjalani perannya dengan bahagia
2. Change maker
Seorang perempuan berdaya akan mampu membawa dan menghadapi perubahan.
Untuk bisa membawa perubahan, kuncinya adalah komitmen & konsisten.
Seperti kata ibu, "There is no FAILURE, only wrong result, so we have to change strategy" 
Tidak ada kegagalan, yang ada hanyalah hasil yang belum tepat, jadi kita harus mengubah cara
3. Berdaulat 
Seorang perempuan berdaya harus bisa berdaulat atas dirinya sendiri, sehingga tidak menyalahkan dan tidak menuntut siapapun atas kegagalan kita.

Ibu juga menyampaikan salah satu cara untuk kita bisa berdaya dari rumah adalah dengan mengubah mindset kita tentang rumah yaitu :
1. Rumah sebagai Tempat Belajar
Sehingga menimbulkan rasa keingintahuan seluruh anggota keluarga terhadap semua yang ada di dalam rumah.
Dari rasa ingin tahu itu akan mulai timbul keinginan untuk belajar dan mengulik lebih dalam. Kuncinya adalah dengan konsisten & komitmen 
2. Rumah sebagai tempat tumbuh 
Di rumah kita akan membandingkan diri kita dulu dan sekarang, sehingga akan bisa lebih fokus pada pengembangan diri.
3. Aktualisasi Diri
Rumah akan menjadi laboratorium, tempat kita bisa menelurkan karya-karya.
Ibu Septi juga menjelaskan bagaimana bisa belajar, tumbuh dan berkarya dari rumah, yaitu dengan :
a. Pemetaan potensi, kita harus siap membuka diri untuk mempelajari hal-hal baru
b. Memberi ruang ekspresi, kita harus menciptakan kebahagiaan kita sendiri dan mengekspresikan ruang kebahagiaan itu.
Kalau kata Ibu Septi, kebahagiaan itu diciptakan, bukan ditunggu 
c. Selebrasi & Apresiasi, kita harus bisa menghargai pencapaian diri dan selalu menantang diri untuk berkembang serta menjadi lebih baik.

Dan bu Septi juga memberikan tips untuk bisa menjadi perempuan berdaya, diantaranya :
1. Manajemen Waktu
2  Mengubah masalah menjadi tantangan
3. Mengubah aksi menjadi Solusi 

Selain sesi dengan founder Ibu Profesional, Ibu Septi Peni Wulandani, di kelas persiapan ini kami juga dibekali ilmu Free Writing oleh Teh Shanty Dewi Arifin, inisiator dari KLIP.
Dalam sesi kali ini teh Shanty mengenalkan apa itu free writing dan bagaimana kita bisa menuliskan kebuntuan yang kita hadapi dalam bentuk free writing.

Satu yang paling saya ingat dari sesi Teh Shanty adalah bagaimana kita mensiasati kebuntuan ide agar tetap bisa melakukan setoran, teh Shanty memberikan saran untuk menuliskan saja apa yang dirasakan. Dan memang itulah free writing. Dari situlah nanti kita akan bisa membuat tulisan yang berkualitas, yaitu dengan berlatih dan berlatih terus menerus, salah satunya adalah dengan menulis Free Writing ini.

Semoga dengan 2 bekal ini saya dapat menjalani maraton 11 bulan di KLIP dengan baik dan bisa lulus paripurna agar bisa benar-benar menjadi Perempuan Berdaya.

Sukoharjo, 11 Feb 2022
21.59 WIB 


Tak Lagi Berlomba Menjadi Seperti Orang Lain

Hai, perkenalkan saya Diah Ellyana. Seorang ibu rumah tangga biasa yang mencoba berbagai aktivitas mulai dari berbisnis dari rum...